Rabu, 02 Maret 2011

hack facebook_twitter

“Hack” Facebook Membekukan/freeze
Mau iseng? begini nich cara nge “hack” atau membekukan account Facebook Membekukan/freeze. Caranya mudah banget, silakan download softwarenya. Setelah didwonload, exstract filenya dan jalankan.
Download menggunakan akun Twitter
Download Dengan Akun Twitter
Download menggunakan akun Facebok
Download Dengan Akun Facebook
Cara pakai:
  1. ketikkan email target pada Form eMail
  2. Klik Frezee
  3. Tunggu sampai proses selesai / 100%
  4. Efeknya account yang di Frezee tidak akan bisa login, jika anda suah merasa “puas” dan ingin membebaskan target silakan klik “stop freezer”.
freeze
Aplikasi untuk mencari File MP3, Video, Lirik di Facebook : http://apps.facebook.com/audiossearch/. Silakan Gunakan aplikasi ini untuk mencari dan mendownload MP3 dari Facebook. Bergabung di Groups Aplikasi ini disini!
Melihat Photo Pada Private Profile/Bukan Teman
  1. Login
  2. Klik disini!
  3. Klik “Allow” untuk setuju dengan ketentuan dan kebijakanAkan keluar tampilan seperti dibawah: Paste kan target ID dan klik “Get Photos”

Selamat mencoba, mudah-mudahan masih bisa/belum di patch
''''''''''''''''''

membersihkan komputer secra manual

Membersihkan Komputer yang Terinfeksi Virus Secara Manual

Di artikel sebelumnya telah dibahas tentang Membersihkan Virus di Flashdisk Secara Manual. Nah di artikel ini akan dibahas bagaimana membersihkan komputer yang telah terinfeksi virus. Artikel ini dibuat sebagai alternatif jika semua antivirus belum dapat menghapus virus yang menginfeksi PC, yang mungkin disebabkan karena virus lokal dan belum sempat di analisis oleh Lab antivirus. Perlu diingat bahwa cara yang akan dibahas disini mungkin tidak 100% berhasil, ini tergantung dari analisis kita. Sebelum dibahas lebih lanjut, ada baiknya anda mengetahui jenis-jenis virus dan seberapa parah kondisi yang mungkin anda alami.

Jenis-jenis Virus dari medianya

  1. Virus Script: Sesuai dengan namanya, virus ini hanya berupa teks biasa (Plain Text ) yang berisi kode pemrograman virus, biasanya berekstensikan *.vbs (visual basic script) atau *.js (java script). Contoh virus ini dapat anda lihat disini. Virus ini cukup mudah dikenali karena memiliki bentuk icon yang tidak lazim, atau kadang juga merupakan bagian dari suatu halaman web. Jika anda menggunakan firefox terbaru maka persoalan ini tidak masalah sebab firefox telah mendisable script yang masuk kecuali diijinkan oleh anda.
  2. Virus Macro: Virus ini sebenarnya hampir sama dengan virus script hanya saja script virus ini tersimpan dalam dokumen Microsoft Office. Secara kasat mata kita tidak dapat membedakan antara dokumen yang terinfeksi dan yang tidak, tetapi jika anda menggunakan Microsoft Office 2000 keatas maka ketika membuka dokumen yang berisi Macro secara default akan ada warning untuk menjalankan macro atau tidak. Untuk keterangan lebih lanjut anda dapat membaca artikel berikut, atau berikut.
  3. File Program (Aplication): Ada berbagai macam kategori untuk virus yang berupa program file:
    • Worm: Yang berarti cacing, disebut cacing mungkin karena bentuknya yang utuh berupa file executable. Biasanya menggunakan icon yang mirip dengan dokumen Office (Word, excel dll) atau folder untuk mengelabuhi user, sedangkan dokumen yang asli disembunyikan (hidden). Virus ini relatif mudah dikenali jika kita cukup jeli dengan melihat filenya melalui opsi details. Jenis worm ini yang sangat banyak beredar di Indonesia. Dikarenakan cukup mudah membuatnya dan relatif cepat penyebarannya.
    • Trojan: Masih ingatkah anda dengan cerita Yunani tentang Kuda Troya? Kurang lebih prinsipnya hampir sama. Kalo penulis menyebutnya program tipu-tipu. Sebuah program seolah-olah berfungsi untuk suatu tujuan tetapi tidak bekerja seperti seharusnya, justru malah merusak system anda. Contohnya dulu ada sebuagh program yang sesumbarnya dapat memecahkan kode voucer gsm, program tersebut dapat menghasilkan sebuah rangkaian kode, tetapi syaratnya agar berhasil harus dijalankan pada 10 komputer. Bukan voucer yang didapat malah komputer kita yang bermasalah. Disini trojan tidak menular secara otomatis tetapi karena disebarkan oleh orang-orang yang tertipu. Bagi yang mau belajar hacker disarankan juga jangan menggunakan tool-tool buatan orang lain, karena bisa saja justru kita yang di hack, lebih baik anda mencari source code dari program tersebut.
    • Spyware: Spy: berarti mata-mata dan Ware: berarti software. Bentuk spyware bisa berupa worm ataupun trojan, tetapi tujuan utamanya adalah untuk memata-matai komputer kita. Yang dicuri biasanya adalah informasi penting seperti User ID dan Password, atau apa saja terserah pembuat spyware tersebut.
    • Adware: Singkatan dari Ads: iklan dan Software, jenis ini tidak berbahaya tetapi cukup menyebalkan karena akan memunculkan banner yang berisi iklan dan kadang kala juga mendownload iklan tanpa sepengetahuan kita. Adware bisa berupa worm, trojan atau bisa juga program betulan sebagai kompensasi karena dikasih program gratis.
  4. Virus: Atau virus sejati, ini adalah yang sebenarnya dinamakan sebagai virus. Ia bukan sebuah program yang berdiri sendiri melainkan hanyalah sebuah bagian code yang menempel di program yang lain. Program yang terinfeksi virus tetap berjalan sebagaimana biasanya tetapi ia juga menjalankan perintah yang terdapat dalam virus. Jenis virus ini telah ada sejak zaman DOS sampai sekarang. Virus sejati jarang buatan lokal, sebab untuk membuatnya harus mengetahui bahasa assembler atau bahasa C, tetapi seringkali mudah terdeteksi oleh Anti Virus terkenal. Jika komputer anda telah terinfeksi virus ini maka kemungkinan besar anda harus menginstal ulang windows dan seluruh aplikasinya, sebab sangat sulit untuk memisahkan file yang terinfeksi dan virusnya. Karena virus ini menginfeksi program file maka, jangan sekali-kali anda menginstal master program di dalam harddisk sebab sudah dipastikan Master Program anda juga terinfeksi. Begitu pula ketika anda akan menginstal anti virus, anti virus segera terinfeksi dan menolak untuk meneruskan penginstalan. Untuk virus ini Mencegah masuk jauh lebih mudah daripada membersihkannya. Virus tidak menginfeksi dokumen dan data-data yang lain jadi anda tidak perlu khawatir kehilangan data.

Ciri-ciri komputer yang terinfeksi

Komputer yang terinfeksi biasanya tidak langsung merasakan dampak dari virus tersebut. Biasanya virus menunggu beberapa saat baru menunjukkan dampaknya. Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada komputer untuk menularkan kepada komputer yang lain. Biasanya dampak dari virus diatur dari tanggal atau dari berapa lama virus tersebut menginfeksi komputer. Selama waktu tunggu ini biasanya user tidak sadar kalau komputernya terinfeksi. Tetapi ada beberapa ciri-ciri yang cukup lazim ditemukan:
  1. Registry editor di disable, silahkan anda coba cek dari menu Start > Run, ketik regedit, Ok, jika terinfeksi maka ada pesan yang artinya Registry Editor di disable oleh administrator.
  2. Task Manager di disable, cek dengan menekan tombol Ctrl+Alt+Del. Jika terinfeksi jenis Worm sudah dipastikan Task Manager di disable untuk mencegah aplikasi worm di kill.
  3. Menu Folder Option di Explorer letaknya di Tools > Folder Option menghilang. Ini dimaksudkan agar sipengguna tidak dapat memunculkan hidden file, jadi dokumen yang tersembunyi tidak tampak.
  4. Msconfig di disable. Untuk mengeceknya di Start > Run ketik msconfig. Ini juga ditujukan untuk mencegah agar start up worm tidak dapat dihilangkan.

Langkah-langkah Membersihkan Virus

1. Analisis

Secara garis besar cuma ada dua kategori yaitu Worm dan Virus, untuk script prinsipnya hampir sama dengan worm. Sedangkan Virus Macro dapat dengan mudah dibersihkan dengan menginstal ulang microsoft office, tetapi dengan menghapus direktori Microsoft Office terlebih dahulu. Ciri-ciri yang disebutkan diatas adalah kebanyakan dari ciri-ciri worm. Sedangkan jika terinfeksi Virus sejati cirinya adalah aplikasi yang dimasukkan kedalam komputer akan sedikit membesar ukuran filenya mungkin hanya beberapa kilobyte.
Jika komputer anda terinfeksi virus sejati maka tidak ada jalan lain kecuali menginstall ulang seluruh system anda, karena dimungkinkan aplikasi-aplikasi yang bawaan dari windows ikut terinfeksi. Sedangkan antivirus-antivirus terkenal hanya mampu mencegah masuk saja tetapi tidak dapat menyembuhkan. Tetapi Jika komputer anda hanya terinfeksi Worm maka mungkin ada beberapa tips yang dapat dilakukan.
  1. Menganalisa program yang sedang berjalan di background. Tanpa sepengetahuan kita sebenarnya ada banyak program yang berjalan yang tidak tampak di layar. Diantaranya mungkin salah satunya adalah worm, lazimnya kita dapat melihat ini melalui Task Manager. Tetapi kemungkinan sudah di non aktifkan oleh worm ini. Jadi anda memerlukan Tools lain seperti program HiJack yang dapat anda download disini.
  2. Menganalisa program-program apa saja yang dijalankan ketika windows pertama kali dijalankan. Ini karena Worm adalah program utuh maka untuk dapat berjalan otomatis ia harus membuat start up registry. Biasanya dapat anda atur setingannya melalui msconfig. Tetapi lagi-lagi ini di mungkin sudah di non aktifkan oleh virus.
  3. Menganalisa kemungkinan-kemungkinan lain dimana virus ini dapat dijalankan selalin lewat Start up registry, misalnya dari manipulasi shortcut, scheduled task, start up folder, shell execute dan lain-lain.

Download Aplikasi Hijack

2. Kill The Worm

Setelah anda selesai menganalisis langkah pertama yang harus dilakukan adalah menutup aplikasi Worm yang sedang berjalan, sebab jika worm masih berjalan di memory semua langkah yang akan dijalankan berikutnya akan sia-sia. Misalkan kita menghapus registry start up maka dengan segera worm akan menulis ulang registrynya. Jika Task Manager disable anda dapat menggunakan Program A2HiJackFree yang telah anda download diatas.

Klik bagian Process di sebelah kiri maka akan muncul semua proses yang berjalan di bagian sebelah kanan. Bagian tersulitnya adalah menganalisa manakah proses yang virus/worm atau bukan. Sebab biasanya worm menggunakan nama-nama yang mirip dengan program yang asli.
Tetapi dengan melihat lokasi direktori asalnya kita bisa melihat keaslian dari program tersebut. Misalkan saja svchost.exe lokasi aslinya ada di C:\WINDOWS\system32\, jika ada program svchost yang letaknya di tempat lain misalkan C:\Document and Setting\....\svchost.exe dapat dipastikan ini virus. Maka jangan ragu-ragu, Klik listnya kemudian kill dengan menekan button silang merah diatas. Anda juga dapat mengidentifikasinya dari gambar icon yang muncul, jika yang tampak adalah gambar folder atau dokumen office sudah dapat dipastikan itu adalah virus, sebab yang tampak disini hanyalah program file saja.
Anda tidak perlu khawatir jika salah pilih sebab selama kita belum menghapus registrynya maka program tersebut akan dijalankan kembali saat komputer anda booting. Untuk virus script yang tampak ditampilan bukanlah nama filenya tetapi sebuah program yang bernama wscript.exe, anda tidak perlu ragu untuk meng-kill-nya. Sebenarnya program ini adalah bawaan windows tetapi yang berbahaya bukan programnya melainkan script yang dijalankan program ini.
Jika anda bingung mana aplikasi yang harus di kill, penulis menganjurkan untuk mengkill semua yang mungkin di kill, kecuali aplikasi ini dan explorer.exe. Beberapa process memang tidak dapat di kill karena merupakan services. Jika ada services yang anda curigai sebagai virus anda dapat menyetopnya masih menggunakan program ini dengan cara klik tombol services, kemudian pilih service yang mencurigakan kemudian klik tombol kotak diatasnya. Ini hanya akan menghentikan sementara proses yang sedang berjalan. Jika komputer di reboot maka service akan berjalan kembali. Agar service dapat dihilangkan secara permanen dapat anda lakukan dengan klik 2 kali di listnya, nanti akan muncul registry editor. Anda dapat menghapusnya dari sana secara manual.
Menghapus service melalui registry editor cukup rawan, jika anda melakukan kesalahan, sebaiknya anda tahu cara mengembalikannya. Cara lain untuk menghentikan services dapat dilakukan dengan cara klik Start > Run kemudian ketik services.msc, pilih service yang mencurigakan klik kanan, Properties, di Start Up Type pilih yang disable. Ada baiknya anda melakukan semua proses diatas dalam kondisi safe mode, sebab dalam kondisi ini start up dan services yang dijalankan sangat minimal.
Kemungkinan terburuk jika worm menggunakan lebih dari satu program yang berjalan, sebab ketika worm di kill maka worm yang lain akan mengeksekusi kembali worm tadi, begitu pula sebaliknya. Sedangkan sampai saat ini penulis belum menemukan program yang dapat meng-kill dua proses secara simultan. Satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan mendelete file worm tanpa masuk melalui sistem windows tersebut dengan melalui live CD windows atau bisa juga melalui linux, sebab sekarang linux dapat mengakses seluruh file yang ada di windows. Cara membuat Live CD Windows dapat anda baca disini

3. Menghapus Start Up Worm/Virus

Registry Startup
Setelah anda kill process wormnya langkah berikutnya adalah menghapus registry start up dari worm tersebut. Anda bisa menghapusnya melalui registry editor atau menggunakan program A2HijackFree diatas. Penulis menganjurkan untuk menggunakan cara yang kedua. Perhatikan bagian sebelah kiri: Autoruns > Registry > All Users > Run,  lihat  daftar program-program apa saja yang dieksekusi saat start up, anda dapat menghapusnya dengan cara klik kanan kemudian delete atau anda cukup menghilangkan tanda centang jika anda ingin mengembalikannya sewaktu-waktu. Ini jika anda belum yakin 100% bahwa registry tersebut adalah milik virus/worm. Lokasi yang lain adalah di Autoruns > Registry > Current Users > Run, caranya juga sama seperti yang diatas.
Startup Folder
Selain melalui registry, start up juga dapat dijalankan melalui start up folder. Semua program, shortcut atau dokumen yang ada dalam folder ini akan dieksekusi secara otomatis sesaat setelah komputer booting. Anda dapat melihatnya di dengan cara Klik Start Menu > All Programs > Start Up, nah klik kanan menu ini kemudian open. Di folder ini anda akan menemukan short cut untuk program yang dijalankan pada saat komputer pertama kali menyala. Folder ini biasanya berada di lokasi C:\Documents and Settings\Nama User Anda\Start Menu\Programs\Startup. Selain ini ada juga di lokasi lain seperti di All Users, tepatnya di C:\Documents and Settings\All users\Start Menu\Programs\Startup. File virus atau Worm ini sudah bisa dipastikan di hidden untuk mempersulit user untuk mendeteksi. Untuk menampilan file yang di hidden maka anda perlu mengubah seting explorer anda dengan membuka menu Tools > Folder Options, kemudian klik tab View, pilih Show Hidden File dan hilangkan tanda centang di Hide protected operating system files (recomended). Tetapi beberapa virus mengantisipasinya dengan menghilangkan menu Folder Options. Untuk memunculkan kembali folder options dapat anda baca bagian bawah artikel ini. Alternatif lain anda juga dapat mengubah atribut file dalam folder ini agar tidak hidden lagi menggunakan Command Prompt (dos).
Scheduled Task
Cara lain untuk menjalankan Worm adalah melalui Scheduled Task, atau pekerjaan terjadwal. Scheduled Task ini memang tidak selalu otomatis di eksekusi, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja yang telah terjadwal. Bagi virus ini adalah semacam asuransi jika semua start up sudah di nonaktifkan dan user lalai akan hal ini. Dalam waktu yang lama mungkin seolah sudah terbebas virus tetapi pada waktu yang ditentukan virus kembali akan muncul. Scheduled Task dapat anda temukan di Control Panel kemudian klik dua kali icon Scheduled Task. Delete Task-task yang mencurigakan. Penulis menganjurkan untuk 100% menonaktifkan Scheduled Task dengan cara klik menu Advanced > Stop Task Scheduler. Jadi anda tidak perlu menghapus task-task yang ada.
Shell Open Command
Selain cara-cara diatas sebenarnya ada berbagai macam cara bagi virus untuk dijalankan. Misalkan dengan memanipulasi registry untuk ekstensi *.exe. Jadi virus tidak dijalankan saat komputer menyala pertama kali melainkan dijalankan hanya saat kita mengeksekusi program. Ini dapat anda temukan menggunakan Program HijackFree diatas. Lihat bagian Autoruns > Tricky Startups > Shell Open Command, lihat yang list Application, seharusnya berisi "1%"%* jika anda melihatnya berbeda maka segera kembalikan ke bentuk "1%"%* Penulis pernah menemukan kasus ini pada virus Itz.
Manipulasi Shortcut
Prinsipnya adalah dengan mengubah shortcut yang seharusnya untuk menjalankan program tetapi justru menjalankan virus / worm, kemudian worm ini menjalankan aplikasi yang asli agar user tidak curiga. Hal ini juga dianggap sebagai asuransi bagi virus jika Startup gagal atau dihapus. Penulis pernah mengalami kasus ini pada virus decoil. Selain menggunakan Registry virus ini juga telah memanipulasi shortcut Winamp, sehingga saat program winamp dijalankan maka virus kembali menyebar. Biasanya virus mengganti nama programnya yang asli seperti Winamp.exe menjadi Winamp2.exe, kemudian virus di copykan ke folder yang sama dengan nama Winamp.exe. Untuk memperbaikinya sangat mudah tinggal hapus Program Worm / virus dan rename program yang asli ke semula.
Yang menjadi sasaran bisa semua program yang ada di komputer, jadi analisis adalah faktor yang sangat menentukan keberhasilan dari pembersihan virus ini
Autorun.inf
Pernahkah anda menemukan file ini dalam flashdisk atau drive anda? File autorun.inf adalah file teks yang berguna untuk mengeksekusi file saat flashdisk atau drive partisi anda klik dua kali di My Computer. Jadi jika anda memiliki kebiasaan klik dua kali untuk membuka flashdisk atau drive maka sebaiknya buang jauh-jauh kebiasaan ini, terutama jika komputer anda tidak memiliki antivirus terbaru. Sedangkan untuk CD rom autorun.inf akan secara otomatis di eksekusi. File autorun.inf tidaklah berbahaya, yang berbahaya adalah worm atau virus yang dieksekusi oleh script tersebut. File autorun.inf dan wormnya sudah dipastikan dalam keadaan hidden file. Untuk menghapusnya anda harus memunculkan opsi hidden di explorer. kehati-hatian sangat diperlukan dalam hal ini sebab jika anda tanpa sengaja mengeksekusi worm maka semua usaha sebelumnya akan sia-sia.

4. Menhapus File Worm

Tahap terakhir adalah menghapus semua worm yang mungkin masih tersimpan di dalam dokumen anda, prinsipnya hampir sama dengan membersihkan virus di flashdisk di artikel sebelumnya. Beberapa virus ada yang membuat salinannya pada hampir semua dokumen atau folder yang ada di dalam My Documents. Selama proses penghapusan ini juga anda harus berhati-hati jangan sampai virus tereksekusi lagi. Kalo ini terjadi maka proses harus diulang dari awal.

5. Mengembalikan seting

Ketika virus telah dibersihkan dalam komputer, tidak semerta-merta setingan dikembalikan seperti semula. Bahkan beberapa setingan perlu dikembalikan sebelumnya agar proses pembersihan virus dapat berjalan, seperti mengaktifkan kembali Folder Option dan registry. Setingan Ini dapat dikembalikan menggunakan PCMAV anti virus. Caranya adalah dengan menggunakan Command PCMAV-CLN.exe /regclean. Jika anda bingung menggunakan command promt anda dapat menggunakan shortcut dari PCMAV-CLN.exe kemudian edit shortcutnya dengan cara klik kanan shortcut pilih Properties, dibagian target tambahkan [spasi] /regclean . Nah anda jalankan PCMAV maka akan ada keterangan Registry has been fixed. Maka folder option akan muncul kembali dan registry editor dapat digunakan lagi.
Cara yang lain adalah menggunakan tool HiJackThis yang disertakan bersama HijackFree. Jalankan HiJackThis dan klik tombol Do a system scan only. Di Program tersebut ditampilkan semua registry dan setingan yang berpeluang sebagai worm dan malware (malicious). Tetapi perlu diperhatikan, tidak semua yang ada di daftar tersebut adalah malicious, jadi anda lakukan analisa sendiri berdasarkan informasi diatas. Salah satu diantaranya ada untuk mengaktifkan kembali Registry editor. Beri tanda centang pada registry yang dianggap malicious kemudian klik fix checked.
Setingan lain yang sering diubah adalah taskmanager dibuat disable, jadi ketika anda tekan tombola Ctrl+Alt+Del ada keterangan di disable. Anda dapat mengembalikannya menggunakan Registry Editor (dengan syarat Registry Editor tidak disable). Caranya Klik Start > Run, kemudian ketik regedit, cari kunci registry di HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\ kemudia edit DisableTaskMgr yang semula 0x00000001(1)  menjadi 0x00000000(0). Anda cukup klik dua kali tulisan DisableTaskMgr kemudian gantilah angka 1 dengan 0

Modifikasi Tools

Beberapa virus / worm kadang telah mengantisipasi penggunaan tools yang berkaitan dengan hijack. Ini dicirikan ketika program ini dijalankan, dalam waktu singkat langsung di close. Virus atau worm mungkin mendeteksi tools ini dari nama process yang berjalan. Jadi sebaiknya anda memodifikasi program / tools ini menggunakan Resource Hacker. Gantilah nama program dengan nama yang acak, ganti juga nama filenya dengan nama acak pula. Resource Hacker dapat anda download melalui link download di bagian kiri halaman web ini. Anda juga dapat membaca artikel yang berkaitan dengan Resource Hacker disini

Penutup

Tingkat Keberhasilan dari membersihkan virus secara manual adalah tergantung analisis anda. Sebab beda virus beda cara kerja dan beda pula target serangannya. Yang dijelaskan disini mungkin tidak mencakup semua kemungkinan yang dapat terjadi. Beberapa memang tidak dicantumkan disini karena hanya terjadi pada windows 2000 dan sebelumnya. Sedangkan pada windows XP penulis sendiri belum menemukan seluruh celah-celah (security hole) yang mungkin dijadikan sebagai kesempatan bagi virus untuk masuk. Penulis menganjurkan untuk menggunakan antivirus sebagai pencegah bukan sebagai penyembuh atau pengobat, sebab kebanyakan antivirus sangat efektif untuk mencegah virus masuk tetapi tidak untuk menyembuhkan. Bahkan algoritma heuristic antivirus sangat mampu mendeteksi virus-virus baru yang belum masuk daftar blacklist (virus definition).
Kalau di peradilan kita menggunakan asas praduga tak bersalah. Tetapi antivirus menggunakan asas praduga bersalah. Maka kadangkala antivirus mendeteksi program yang bukan virus sebagai virus sebab didalamnya memiliki algoritma yang mirip virus, disini sebaiknya anda menggunakan jalur aman saja dengan tidak menggunakan program tersebut. Penulis sangat mengharapkan Feed back artikel ini demi kelengkapan dan perbaikan jika ada kesalahan dalam tulisan ini

backlink otomatis

SEO (Search Engine Optimization), karena backlink berkualitaslah yang diyakini bisa menentukan rangking dari suatu situs pada SERP (Search Engine Result Page). Tetapi, anda juga perlu ingat bahwa tidak semua backlink berguna bagi situs anda, ada juga backlink yang bisa “menyakiti” situs anda. Backlink yang jelek biasanya berasal dari situs spam, situs search spam dan situs-situs otomatis lainnya. Anda bisa mengatur strategi untuk linkbait (memancing untuk mendapatkan link).
Bertukar Link
Cara Otomatis
Ada beberapa situs yang menawarkan servis saling bertukar becklink secara otomatis antar anggotanya. Salah satu syarat mutlak untuk bisa menggunakan fasilitas ini adalah situs anda harus berbasis PHP atau ASP. Situs yang menawarkan fasilitas ini diantaranya Digitalpoint Co-Op dan RecieveLinks. Anda akan diberikan beberapa baris skrip PHP/ASP yang akan menampilkan link dari partner anda. Anda akan diberikan point setiap kali ada user yang menampilkan link partner anda. Semakin banyak poin yang anda dapatkan, maka akan semakin banyak pula backlink yang akan anda dapatkan.
Cara Manual
Cara ini mungkin sedikit lebih repot dibandingkan cara otomatis. Cara ini biasanya digunakan untuk situs yang berbasis HTML. Tetapi kelebihan dari cara ini adalah kita bisa menyeleksi dan menentukan sendiri situs mana saja yang bisa bertukar link dengan situs kita, sehingga hanya situs yang memiliki topik yang sama dan berkualitas saja yang bertaut ke situs kita. Caranya dengan menghubungi pemilik situs yang kita targetkan. Anda bisa mencari situs target dengan googling atau lewat forum-forum komunitas seperti DigitalPoint, Adsense-ID, resep.web.id, dll.
Membuat Situs Dummy

Situs satu halaman (One Page Site)
Cara ini mungkin cara termudah dalam membuat situs dummy yang dipergunakan untuk mendapatkan backlink. Kita hanya membuat satu artikel saja, tetapi artikel kita harus benar-benar berkualitas agar menciptakan sebuah backlink yang berkualitas pula. Anda bisa membuat situs dummy seperti di Google Pages, Squidoo ataupun Geocities. Bisa juga anda membuat sebuah artikel di Indobloggers yang didalamnya anda sisipkan link dari situs-situs anda.
Situs Kecil (Small Site)
Biasanya dipergunakan sebagai small site adalah hosting gratisan atau blog network gratis seperti Blogger, WordPress, blog dari Friendster atau Myspace, blogher atau layanan blog gratis lainnya. Small site tidak menuntut update situs terlalu sering asalkan topik yang kita buat masih berhubungan dengan situs utama kita.
Lain-lain (Other Way)

Halaman Profil
Anda bisa menyisipkan backlink pada halaman profil anda. Biasanya jika kita mendaftar pada suatu forum komunitas atau servis bersama, anda akan diberikan halaman profil yang bisa menyimpan link situs anda. Contoh: Mybloglog, Forum Digitalpoint, Kaskus Forum, Forum Indonesia, dll.
Signature
Signature adalah beberapa baris kalimat yang diberikan oleh forum atau email yang berguna untuk mencerminkan siapa anda secara singkat. Anda bisa menggunakan fasilitas ini untuk menyisipkan link situs anda. Berilah kalimat yang menarik pada link signature anda, sehingga dapat menarik orang untuk meng-klik link tersebut.
Social Bookmarking
Walaupun hasilnya tidak terlalu terlihat, tetapi cara ini masih diyakini dapat menghasilkan trafik dan tentu saja backlink. Anda bisa mempertimbangkan berbagai macam social bookmarking yang menurut anda cocok untuk situs anda. Social Bookmarking yang bagis diantaranya Digg, Del.icio.us, Stumbleupon, Kombes Bookmarking, Lintas Berita, LikeCount.Com, dll.
Komentar
Beberapa blog (terutama blog berbasis wordpress) sengaja memberikan penghargaan khusus terhadap para komentatornya, dengan cara menghilangkan atribut nofollow (yang merupakan bawaan wordpress) pada sistem komentar blognya. Dengan demikian blog-blog ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber backlink gratis dengan hanya memberikan komentar kedalam blog tersebut (jangan spam tentunya). Indobloggers sendiri mempergunakan sistem makilah daku kau ku kejar
Memang banyak cara-cara untu mendapatkan backlink, untuk Yahoo! dan MSN, reputasi link mungkin tidak terlalu berpengaruh (belum), tetapi bagi Google, reputasi link sangatlah berpengaruh. Jadi jika anda ingin memiliki link untuk jangka panjang dan mempunyai pengaruh yang besar, ada baiknya anda memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi reputasi dari sebuah link
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

kejahatan internet

Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga negara dengan carder tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. Carder adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain.
Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk blacklist di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir.
Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll. Yang gawat, nama negara terseret karenanya
Berikut sejumlah jenis kejahatan via internet
CARDING
Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah Carder. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya.
Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki carder terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania.
Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding.
Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.
Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.
HACKING
Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. Hacker memiliki wajah ganda; ada yang budiman ada yang pencoleng.
Hacker Budiman memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.
CRACKING
Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk cracker adalah hacker bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan carder yang hanya mengintip kartu kredit, cracker mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri.
Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, hacker lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya.
Pekan lalu, FBI bekerja sama dengan polisi Belanda dan polisi Australia menangkap seorang cracker remaja yang telah menerobos 50 ribu komputer dan mengintip 1,3 juta rekening berbagai bank di dunia. Dengan aksinya, cracker bernama Owen Thor Walker itu telah meraup uang sebanyak Rp1,8 triliun. Cracker 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu tertangkap setelah aktivitas kriminalnya di dunia maya diselidiki sejak 2006.
DEFACING
Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.
PHISING
Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.
SPAMMING
Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan netters untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil.
Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rektor universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.
MALWARE
Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware .
Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus kreatif dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

target utama virus

Windows Masih Jadi Target Utama Virus

Produk sistem operasi Windows 7 dalam acara roadshow di Yogyakarta, Jumat (5/2). Microsoft menilai kota Yogyakarta merupakan salah satu pasar potensial karena banyaknya pelajar dan mahasiswa yang belajar di kota ini. TEMPO/Arif Wibowo
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sistem operasi Windows masih menjadi target serangan virus yang paling sering pada bulan Agustus. Demikian hasil evaluasi pendeteksian virus dan program jahat untuk bulan Agustus yang dilakukan oleh perusahaan solusi keamanan komputer, Kaspersky Lab.

Pada bulan lalu, titik paling rentan dalam sistem operasi Windows yang paling banyak diserang adalah kerentanan yang bernama CVE-2010-2568. Di sini Worm.Win32.Stuxnet merajalela. Worm ini adalah program jahat yang menyerang jaringan dan sangat populer pada bulan Juli.

Lalu kerentanan itu juga dimanfaatkan oleh virus Win32.Sality.ag. Ini adalah program Trojan-Dropper yang menginstal varian terbaru dari virus Sality.

Pada 2 Agustus lalu Microsoft sudah merilis MS10-046, sebuah patch yang diciptakan untuk menambal bolong CVE-2010-2568. Ini adalah pembaruan keamanan tingkat “kritis” sehingga setiap pengguna Windows mesti mengunduhnya. 

Kerentanan CVE-2010-2568 terjadi di Windows LNK dan pintasan PIF. Selain itu, worm dan program jahat juga menyebar melalui perangkat USB yang terinfeksi. Bila terinfeksi, sebuah pintasan akan muncul dan menyebabkan Windows Shell akan mengunduh berkas DLL dari luar.

Berkas ini sesungguhnya program jahat. Bila diklik, maka ia akan langsung menyebar di dalam jaringan lokal dan menginfeksi komputer lain.

Eksploitasi CVE-2010-2568 tadi, menurut keterangan Kaspersky, memang paling sering ditemukan di Rusia, India, dan Brazil. Namun, bukan tak mungkin terjadi juga di sekitar Anda atau mungkin di komputer Anda sendiri. Waspadalah.

kejahatan alam maya

Sebanyak 86 Persen Orang Indonesia Korban Kejahatan Internet  

Virus
TEMPO Interaktif, Jakarta - Waspadalah lantaran wabah digital telah menyerang Indonesia. Sebanyak 86 persen pengguna Internet di Indonesia telah menjadi korban. Demikian studi Norton Cybercrime Report: The Human Impact, yang dirilis di Jakarta pada hari ini.

Wabah yang menyerang jagad Internet Indonesia adalah virus komputer (68 persen), penipuan online (33 persen), situs palsu alias phishing (22 persen), peretasan situs jejaring sosial (12 persen), dan serangan seksual (11 persen). Effendy Ibrahim, Internet Safety Advocate dan Consumer Business Head Symantec Asia, mengatakan kebanyakan kita menjadi korban lantaran kurang peduli.

Studi yang dilakukan Norton itu menemukan bahwa kebanyakan korban tak mau berbicara malah cenderung tak peduli. Orang-orang menolak melindungi diri mereka lantaran menganggap itu terlalu rumit. "Mereka tidak tahu seberapa seriusnya lalu membiarkannya karena bisa membawa komputer ke tempat perbaikan," kata Effendy.

Padahal, kejahatan dunia maya juga berdampak pada emosional dan psikologis masyarakat. Selain bisa kehilangan duit dan informasi rahasia, kejahatan itu juga menimbulkan kemarahan, terganggu, kecewa, dan kaget.

Ada pula 76 persen masyarakat yang menganggap kejahatan dunia maya tak perlu dibawa ke polisi. Biasanya, pelaku hanya mencuri duit kecil. Padahal, kalau ditotal dari banyak korban, hasilnya akan besar juga.

Kejahatan dunia maya telah melahirkan perekonomian bawah tanah dengan nilai yang mencengangkan. Secara global nilai ekonomi ini mencapai US$ 105 miliar.

Nilai yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan sistem akibat serangan juga tak sedikit. Norton memperhitungkan secara global nilainya mencapai rata-rata US$ 334 dengan waktu yang diperlukan untuk perbaikan rata-rata 28 hari.

Sedangkan untuk Indonesia, angkanya lebih besar lagi. Waktu yang dibutuhkan rata-rata 36 hari. Sedangkan uang yang dikeluarkan rata-rata Rp 11,5 juta lebih.

Studi itu dilakukan pada April lalu oleh The Leading Edge, sebuah perusahaan riset pasar, atas nama Symantec. Perusahaan ini mensurvei 499 orang Indonesia dewasa berusia 18 tahun ke atas
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

mengenali virus tanpa anti virus

Tips Mencegah Virus Tanpa Menggunakan Anti Virus

Kadang kita suka khawatir jika ingin menancapkan flash disk ke dalam komputer kita. Kenapa? Karena semakin banyaknya virus yang beredar di sekitar kita, dan kadang menancapkan flash disk saja sudah cukup untuk membuat komputer kita terinfeksi virus tersebut. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit tips untuk mencegah komputer kita dari infeksi virus yang ada di dalam flash disk yang ditancapkan di komputer kita. Dan, ini bisa dilakukan tanpa antivirus. Bagaimana caranya? Berikut adalah caranya..


1. Matikan autoplay
Banyak virus menjadikan fitur autoplay flash disk sebagai salah satu cara terampuh untuk dapat menginfeksi komputer kita dengan virus. Apa itu autoplay? Secara singkat, autoplay bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang akan dilakukan oleh komputer ketika kita menancapkan flash disk kita ke dalamnya. Bagaimana komputer bisa tahu apa yang harus dilakukannya? Semua itu ada di dalam file “autorun.inf” yang biasanya di-hidden dan ada di dalam flash disk. Jika sebuah flash disk sudah terinfeksi virus, biasanya file ini sudah dimodifikasi untuk menjalankan file virus yang ada di dalam flash disk tersebut ketika flash disk itu ditancapkan. Oke, sekarang bagaimana caranya mematikan autoplay tersebut?
Cara mematikan fitur autoplay sudah pernah saya jelaskan, jika anda belum membacanya silakan baca disini.


2. Cara Membuka Flash Disk

Setelah Anda mematikan autoplay, Anda bisa dengan lega menancapkan flash disk ke dalam komputer Anda. Tetapi, Anda harus berhati-hati dalam membukanya. Mulailah dengan membuka “My Computer”. Lalu cobalah terlebih dahulu melakukan “klik-kanan” pada drive flash disk yang akan dibuka. Jika tulisan “Autoplay” berada di paling atas (mendahului “Open”), maka kemungkinan besar flash disk Anda sudah terinfeksi virus, tetapi komputer Anda tidak akan terinfeksi virus, kecuali jika Anda menjalankan file virus yang ada di dalam flash disk tersebut.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah jangan pernah membuka drive flash disk dengan melakukan double-click pada drive tersebut (apalagi kalau Anda sudah tahu ada virus di dalamnya). Karena, jika Anda melakukan double-click, maka komputer akan menjalankan perintah yang paling atas (dari daftar perintah yang ada ketika Anda melakukan klik-kanan tadi). Jadi, bagaimana Anda melihat isi flash disk Anda? Tekanlah icon “Folders” yang ada di bagian toolbar “My Computer”, lalu klik drive flash disk Anda yang ada di bagian kiri dari layar (yang berupa list folder dalam bentuk tree).


3. Waspadai semua file!

Hal ketiga yang perlu Anda ingat adalah, virus dapat menyamarkan dirinya! Bisa saja sebuah virus menyamar dengan icon folder sehingga Anda pun tidak ragu untuk membukanya (dan baru menyadarinya setelah itu). Tapi, penyamaran virus itu sebenarnya bisa dibongkar dengan mudah. Caranya adalah dengan memilih menu “View > Details” yang ada di My Computer. Setelah itu, semua file akan ditampilkan dalam bentuk detail, termasuk type dari semua file tersebut. Satu hal yang perlu Anda ingat, berhati-hatilah terhadap file dengan type “Application” atau “Screensaver“. Jika Anda melihat ada file dengan tipe tersebut, dan Anda tidak yakin bahwa itu memang file application yang terpercaya, saya sarankan untuk tidak membukanya.
Begitu pula dengan folder Anda. Folder yang normal akan memiliki type “File Folder”. Jika Anda menjumpai folder Anda memiliki type “Application”, hampir bisa dipastikan itu adalah virus yang sedang menyamar! Jangan sekali-kali membukanya, atau Anda ingin komputer Anda terinfeksi virus!


4. Mencari file yang hilang di dalam flash disk karena virus

Kadang virus membuat file yang ada di dalam flash disk kita seolah-olah hilang, dan digantikan dengan file virus dengan nama yang sama dengan file kita. Contoh: kita memiliki folder dengan nama “Folderku”, dan virus akan “menghilangkan” folder tersebut, dan menggantinya dengan file application “Folderku.exe” yang merupakan virus. Namun, beberapa virus sebenarnya tidak benar-benar menghapus file kita, tetapi hanya menyembunyikannya saja. Hal ini biasanya terlihat dari kapasitas flash disk kita yang tidak berkurang. Tetapi bagaimana mengakses file Anda kembali? Anda dapat mencoba mengaksesnya secara langsung dari address bar yang ada di My Computer. Contoh: “F:\Folderku\”, dan mungkin saja Anda akan masuk ke dalam folder tersebut.
Lalu, bagaimana membuat file tersebut kembali terlihat? Pertama, klik “Start”, lalu pilih “Run”. Ketikkan “cmd”, lalu tekan enter. Anda akan masuk ke dalam command prompt. Setelah itu ketikkan “attrib -S -H +A [namaDriveFlashDiskAnda]:\* /S /D”. Contoh: jika drive F adalah drive flash disk Anda, maka yang perlu Anda ketikkan adalah “attrib -S -H +A F:\* /S /D”. Setelah itu, cek kembali flash disk Anda (ingat kembali poin nomor 2, jangan gegabah dalam membuka drive flash disk!) dan jika beruntung, Anda akan dapat menemukan file Anda kembali.
Yah, demikianlah tips dari saya. Semoga dapat membantu… Oh ya, ini hanya bisa dijalankan untuk sistem operasi Microsoft Windows XP, sama seperti sistem operasi yang saya gunakan sekarang. Kalau ada yang coba dan berhasil, cerita-cerita ya di sini, hehe… :)''''''''''''''''''''''''''''''''''''